KENDARI, KARYANTARA.COM - Perjalanan akademik Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Asmadin, terbilang sangat sempurna dan menginspirasi. Ia membuktikan bahwa keterbatasan lahiriah bukanlah penghalang untuk mencapai puncak tertinggi di dunia pendidikan formal.
Berangkat dari jenjang Diploma Dua (D2) PGSD, Asmadin terus berjuang selangkah demi selangkah melanjutkan ke strata satu (S1), program magister (S2), hingga akhirnya resmi menabalkan namanya dengan gelar tertinggi sebagai Doktor (Dr. Asmadin, S.Pd., M.M.). Uniknya, seluruh gelar akademik tersebut berhasil ia rengking di almamater yang sama, yaitu Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Gelar Doktor di bidang Ilmu Manajemen ini sukses dituntaskannya dalam waktu yang tergolong singkat, yakni 2 tahun 8 bulan. Tidak hanya cepat, Asmadin juga menorehkan prestasi akademik yang gemilang dengan raihan IPK 3,88 dan berhak menyandang predikat Cumlaude.
Niat dan tekad kuat untuk melanjutkan studi ini sejatinya bulat sejak tahun 2023 silam, saat ia masih menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) di DPRD Konut. Kala itu, ia membulatkan tekad untuk kembali ke bangku kuliah bersama dengan Ketua DPRD Konut yang kini telah menjabat sebagai Bupati Konawe Utara, Ikbar, S.H., M.H.
Sidang Promosi Doktor Asmadin dilaksanakan pada Kamis pagi (9/7/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. La Ode Safuan, M.P.
Dalam sidang tersebut, Asmadin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul:
"Peran Kepuasan Kerja sebagai Mediasi Pengaruh Inclusive Leadership dan Leadership Behaviour terhadap Commitment to Change Guru Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Konawe Utara."
Momen sakral ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Konut, jajaran Kepala Dinas (Kadis), serta Sekda Konut, Dr. Safruddin, yang juga merupakan kakak kandung dari Asmadin yang hadir lebih awal untuk memberikan dukungan moral. Kebahagiaan Asmadin kian lengkap dengan pendampingan dari istri tercinta dan ketiga buah hatinya.
Saat diberikan kesempatan membawakan sepatah kata, alumni SMA Negeri 1 Lasolo ini menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh berhenti belajar. Proses belajar tersebut bisa dari mana saja, namun jalur formal akademik tetap menjadi salah satu instrumen yang sangat penting.
"Tujuan akhir dari pendidikan yang saya tempuh ini adalah semata-mata demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Konawe Utara," ujar Asmadin. Ia juga sempat menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas segala kekhilafan dan kesalahan yang mungkin terjadi selama ia menempuh masa perkuliahan.
Suasana sidang sempat berubah haru ketika Asmadin mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada mendiang kedua orang tuanya. Lahir dari keluarga sederhana, perjuangan Asmadin dipenuhi oleh nilai-nilai kerja keras.
"Mama dan Bapak saya adalah petani. Kedua orang tua saya harus rela bekerja keras bertani, termasuk mengolah sagu demi menghidupi sembilan anaknya. Walau hidup dalam keterbatasan, tetapi petuah keduanya agar kami terus berjuang meraih pendidikan selalu tertanam kuat di dalam diri ini," kenangnya dengan nada haru.
Ia menambahkan, ada pesan sederhana dari orang tuanya yang selalu ia pegang teguh hingga saat ini:
"Mengejar pendidikan itu tidak terbatas hanya untuk sekadar mengetahui, tetapi yang paling utama adalah bagaimana menebarkan kebermanfaatannya bagi orang banyak."
Di akhir penyampaiannya, Dr. Asmadin juga memberikan apresiasi khusus dan ucapan terima kasih kepada istri tercinta yang selalu setia memberikan dukungan tanpa henti dalam setiap langkahnya, demi ikut serta membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Konawe Utara.
Penulis: Kalpin



0Komentar