Kasi Datun Parepare, Aswar Sakibe SH., M.H

KARYANTARA.COM

Sosoknya tenang namun bicaranya lugas. Aswar, pria asal Kendari yang kini resmi menakhodai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Parepare, membawa angin segar sekaligus peringatan keras bagi jalannya roda pemerintahan di Kota Bandar Madani ini.

Langkah kakinya di Parepare bukanlah langkah pemula. Aswar datang dengan rekam jejak yang cukup mentereng di bidang penegakan hukum. Sebelum mendarat di Parepare, ia telah malang melintang di wilayah Sulawesi Tenggara, mengasah ketajaman insting hukumnya sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) di dua daerah sekaligus: Kejari Bombana dan Kejari Konawe.

Pengalaman di bidang Pidsus—yang akrab dengan pemberantasan korupsi—menjadi modal kuat bagi Aswar dalam menjalankan fungsi Datun yang lebih bersifat preventif.

Dalam kesempatan perdananya berbicara sebagai Kasi Datun, Aswar menekankan pentingnya sinergi. Baginya, Datun adalah sahabat bagi pemerintah kota. Kejaksaan hadir untuk memberikan pertimbangan, bantuan hukum, dan memastikan setiap kebijakan pembangunan tidak menabrak aturan.

Namun, Aswar memberikan batasan yang sangat tebal antara pendampingan dan perlindungan terhadap kesalahan.

"Datun adalah mitra pemerintah dalam memberikan pendampingan dan pertimbangan hukum, tetapi bukan tameng untuk menutupi perbuatan melawan hukum," tegasnya dengan nada lugas.

Aswar ingin menghapus stigma bahwa kehadiran jaksa pendamping bisa dijadikan "pelindung" bagi oknum yang berniat lancung. Ia menegaskan, jika dalam proses perjalanan sebuah program ditemukan adanya mens rea (niat jahat) atau perbuatan yang nyata-nyata merugikan keuangan negara, maka baju "mitra" akan dilepas dan penegakan hukum akan mengambil alih.

Pesan ini menjadi alarm bagi seluruh instansi di Parepare agar memaknai kata Transparansi, Akuntabilitas, dan menaati Ketentuan Hukum.

Kehadiran Aswar diharapkan mampu menciptakan iklim pemerintahan yang bersih. Di bawah pengawasannya, Datun Kejari Parepare berkomitmen menjadi navigator yang menjaga kapal pemerintah tetap berada di jalur yang benar, sembari memastikan tidak ada kebocoran yang menenggelamkan uang negara.

Penulis: Kalpin