Foto bersama dengan gaya Konsel Setara.


KARYANTARA.COM - Era digitalisasi makin membanjiri informasi. Publik disuguhkan beragam berita. Ada berita yang judulnya sejalan dengan isinya dan faktanya. Tapi, lebih banyak yang judulnya tidak sesuai isinya dan terlebih lagi tidak sesuai dengan fakta. Untuk itu, pekerja pengetahuan seperti Wartawan seharusnya menggeluti profesi mulia ini dengan bekal yang memadai. Ada banyak syarat yang menjadi bekal kerja Wartawan. Anda tidak boleh tiba-tiba mengaku Wartawan tanpa melalui pemahaman kepenulisan, membaca dan memahami penerapan kode etik jurnalis, mengerti penjabaran Undang-undang Pers dan ragam syarat atau pedoman lainnya. 


Organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra menilai dari banyaknya kasus pelanggaran hingga berujung pada pelaporan disebabkan seleksi perekrutan wartawannya yang tidak matang. Sehingga ketika wartawan tersebut melakukan kerja-kerja jurnalistik di lapangan berakhir pelanggaran profesi. 


Untuk memastikan anggota PWI Sultra memiliki kapasitas mempuni maka terlebih dahulu melalui proses orientasi. Hal ini dilakukan agar anggota yang terhimpun di organisasi tertua ini bekerja sesuai pedoman. Sebab, PWI menyadari bahwa penyebab pejabat publik alergi terhadap profesi ini kurangnya bekal kerja.


Tahun lalu, pengurus PWI Konawe Selatan (Konsel) menggelar Orientasi Wartawan dengan jumlah 28 peserta. Lalu baru-baru ini, PWI Konsel kembali menggelar menggelar orientasi terhadap 30 peserta yang datang dari berbagai daerah. 

“Alhamdulillah PWI Konsel sudah dua kali menggelar orientasi. Kali ini menghadirkan tiga pemateri senior Wartawan bergelar doktor. Kami berharap orientasi ini menjadi bekal kerja pencipta berita terpercaya dan selalu menjaga nama besar PWI,” kata Ketua PWI Konsel, Herman, Jumat (28/11/2025).


Sekretaris PWI Sultra, Dr Mahdar Tayyong saat membawakan sambutan dalam kegiatan Orientasi Wartawan yang diselenggarakan PWI Konsel.


Dr. Mahdar Tayyong tampil pertama membawakan materi tentang “PWI dan Perannya dalam Mewujudkan Profesionalisme Wartawan”. Direktur Utama Kendari Pos ini menekankan pentingnya Wartawan menjalani profesi sepenuh hati yang dibuktikan dengan mengikuti UKW Muda, Madya dan Utama. Lalu pemateri kedua dibawakan Dr Rudy Iskandar Ichlas SH., MH., M.Kn dengan judul “Kode Etik Jurnalistik dan Tanggungjawab Media Massa”. Dan tampil terakhir Dr Umar Marhum menutup sesi dengan materi “Aspek Perlindungan Hukum bagi Wartawan dan Media Pers.”



Laporan: Ardi Wijaya 

Editor: Kalpin