karyantara.com – Persaingan memperebutkan penghargaan bergengsi Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026 memasuki babak final. Sebanyak 10 kepala daerah terpilih dijadwalkan mengikuti tahap presentasi di hadapan Dewan Juri pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta.


Ajang ini merupakan rangkaian menuju puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Banten pada 9 Februari mendatang. Perhelatan tahun ini mengangkat tema "Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers," PWI Pusat ingin melihat sejauh mana kebijakan daerah menyentuh keberagaman ekspresi budaya.


Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa proses kurasi dilakukan dengan sangat ketat. Dewan juri tidak hanya meninjau proposal di atas kertas, tapi juga membedah video kegiatan, dokumen regulasi daerah (Perda), hingga rekam jejak pemberitaan di media.


“Berkas yang dinilai meliputi proposal utama, video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto. Totalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman,” ujar Yusuf.


Mayoritas peserta memilih subtema penguatan keragaman ekspresi serta interaksi budaya inklusif. Penilaian dewan juri difokuskan pada sinkronisasi program daerah dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sesuai UU No. 5 Tahun 2017. Aspek inovasi, dampak lokal hingga global, serta peran media menjadi poin krusial dalam penilaian.


Penghargaan ini diberikan kepada insan pers dan pegiat budaya yang telah konsisten berkarya minimal 10 tahun.

Tiga tokoh yang ditetapkan sebagai penerima perdana kategori ini adalah:


 * Rahmi Hidayati (Tangerang Selatan): Eks wartawan Bisnis Indonesia, penggerak kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

 * Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi): Eks wartawan Tempo, penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival.

 * Henri Nurcahyo (Surabaya): Penggerak komunitas budaya Panji hingga level internasional.


Daftar 10 Finalis Kepala Daerah

Berikut adalah daftar Bupati dan Wali Kota yang akan melakukan presentasi di kantor PWI Pusat:

 * Wali Kota: Wahyu Hidayat (Malang), Andi Harun (Samarinda), Mohan Roliskana (Mataram).

 * Bupati: Hamartoni Ahadis (Lampung Utara), Agus Setiawan (Temanggung), Heribertus G.L. Nabit (Manggarai), Arief Rohman (Blora), Maya Hasmita (Labuhanbatu), Hermus Indou (Manokwari), dan John Kenedy Azis (Padang Pariaman).


Panel Juri Lintas Disiplin

Presentasi akan diuji oleh lima pakar: Dr. Nungki Kusumastuti (Akademisi/Artis), Agus Dermawan T. (Penulis Seni), Sudjiwo Tejo (Budayawan), Akhmad Munir (Ketua Umum PWI/Dirut Antara), dan Yusuf Susilo Hartono (Direktur AK-PWI).


Seluruh pemenang akan menerima Trofi Abyakta pada puncak HPN 2026 di Banten yang dijadwalkan dihadiri oleh Presiden RI.



Menariknya, pada penyelenggaraan kali ini, PWI Pusat juga memperkenalkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas”. Penghargaan ini diberikan kepada tiga tokoh yang dianggap konsisten menggerakkan budaya selama minimal satu dekade: Rahmi Hidayati (penggerak kebaya), Seno Joko Suyono (penggagas festival literasi Borobudur), dan Henri Nurcahyo (pegiat budaya Panji).


Seluruh rangkaian ini akan bermuara pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari mendatang. Di sana, para pemenang akan secara resmi menerima Trofi Abyakta sebagai simbol dedikasi tertinggi terhadap kebudayaan nasional.


Editor: Kalpin