![]() |
| Ketgam : Sulham, SH.,MH., N. LP Kepala Desa Laywo Jaya Bersama Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Hasbi. |
JAKARTA, KARYATARA.COM- Di balik megahnya roda pemerintahan pusat, denyut nadi pembangunan nasional sejatinya bermula dari wilayah-wilayah kecil di ujung negeri. Menyadari hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulham, SH., MH., N.LP, melangkah membawa suara dari akar rumput langsung ke pusat kekuasaan.
Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Jakarta, Sulham—yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Laywo Jaya, Kabupaten Konawe Kepulauan—diterima langsung oleh Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. Pertemuan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan sebuah ruang dialog dua arah untuk menyelaraskan visi pembangunan dari desa hingga ke istana.
Hasan Nasbi tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya atas kapasitas kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Sulham dan para kepala desa asal Sultra. Bagi Hasan, kepala desa adalah frontline leadership—para pemimpin garda terdepan yang memastikan setiap kebijakan negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah.
"Kami bersyukur hari ini menerima Kepala Desa Sultra. Informasi dari akar rumput sangat penting sebagai bahan evaluasi pemerintah. Kantor ini selalu terbuka bagi semua Kepala Desa," ujar Hasan Nasbi hangat.
Ia juga memuji perkembangan kapasitas para kepala desa masa kini yang dinilainya semakin cerdas, visioner, adaptif, dan memiliki wawasan luas. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pusat dan desa adalah kunci utama (key factor) dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif.
Sebagai ujung tombak di daerah, Sulham menegaskan posisi strategis desa. Dengan jumlah lebih dari 75 ribu desa di seluruh penjuru Indonesia, arah pembangunan nasional sangat bergantung pada kesiapan pemerintah desa dalam mengeksekusi program kerja pemerintah.
Dalam diskusi tersebut, Sulham memberikan catatan dan masukan objektif terkait program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto, seperti:
* Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
* Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Sulham menilai kedua program ini sangat luar biasa dalam mendorong roda ekonomi masyarakat pedesaan. Namun, agar manfaatnya maksimal dan tepat sasaran, ia menekankan pentingnya evaluasi berkala berdasarkan realita di lapangan.
"Kami menilai program-program unggulan Bapak Presiden sudah berjalan dengan baik. Jika masih terdapat kekurangan, itu merupakan hal yang wajar dalam proses pelaksanaan. Kehadiran kami di sini adalah membawa kondisi nyata dari akar rumput sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah pusat," tutur Sulham.
Selain membahas evaluasi program, Sulham juga menitipkan harapan besar masyarakat desa kepada pemerintah pusat. Ia mendorong agar pemerintah mempertimbangkan peningkatan alokasi Dana Desa. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ruang fiskal pemerintah desa agar mereka bisa lebih mandiri dalam membangun wilayahnya sendiri.
Pertemuan sore itu ditutup dengan optimisme tinggi. Bagi Sulham, arahan, masukan, dan perspektif yang dipaparkan oleh Hasan Nasbi menjadi bahan bakar baru bagi para kepala desa di Sulawesi Tenggara untuk terus berinovasi.
"Dari arahan beliau, berbagai masukan dan saran menjadi inspirasi sekaligus pedoman bagi kami dalam mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pemerintah di desa," pungkas Sulham menutup perbincangan.
Editor: Ardi Wijaya

0Komentar