KONKEP, KARYANTARA.COM- Setelah sempat diterpa dinamika teknis dan goncangan finansial, pembangunan Masjid Agung Al-Amal Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) akhirnya resmi rampung 100 persen. Tempat ibadah yang diproyeksikan menjadi kebanggaan masyarakat Wawonii ini siap diresmikan pada momen bersejarah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Meski kini berdiri megah dan siap digunakan, perjalanan penyelesaian rumah ibadah ini tak lepas dari ujian. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Karya Syarnis Pratama tersebut sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat keterlambatan dari target waktu yang telah direncanakan sejak awal.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan melalui dinas terkait mengambil langkah konstruktif. Diskresi berupa adendum perpanjangan kesempatan diberikan kepada pihak penyedia demi menuntaskan seluruh sisa pekerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Harsin Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Konkep, Ir. Sunarmin Haryanto, ST., MT., mengungkapkan bahwa pembangunan Masjid Agung Al-Amal dibiayai melalui kontrak tahun jamak (multiyears) anggaran 2024–2025 di masa kepemimpinan Amrullah - Andi Muh Lutfi. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp46,23 miliar yang bersumber dari APBD Konkep, berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak Nomor 600.1.15.2/013/SP/DPUTR-CKBK/III/2024 tertanggal 8 Maret 2024.

Sunarmin menjelaskan, keputusan pemerintah daerah memberikan kesempatan perpanjangan waktu bukan tanpa pertimbangan matang. Ada sejumlah alasan krusial yang menjadi pemijak kebijakan tersebut.

"Saat memasuki masa adendum, sisa pengerjaan terbilang relatif kecil dan hanya menyisakan bagian-bagian minor. Selain itu, capaian progres fisik di lapangan sejatinya sudah mendahului persentase pencairan keuangan yang telah ditarik," terang Sunarmin, Senin (27/7/2026).

Ia tak menampik bahwa kendala keterlambatan tersebut dipicu oleh arus kas (cash flow) pihak penyedia yang sempat terganggu. Masalah ini berakar dari sisa anggaran penyelesaian yang mengalami Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA), sehingga pengalokasian kucuran dananya baru dapat direncakan kembali pada APBD Perubahan (APBDP) 2026. Di sisi lain, komitmen dan iktikad baik dari PT Karya Syarnis Pratama untuk merampungkan proyek hingga tuntas menjadi pertimbangan utama pemda. “Memang diakui dalam proses pengerjaan proyek ini mengalami banyak kendala teknis seperti ketersediaan bahan material alam dan bahan bangunan lainnya,” jelasnya. 

Keputusan memberikan adendum tersebut terbukti berbuah manis. Saat ini, fisik bangunan Masjid Agung Al-Amal telah berdiri sempurna 100 persen, sementara realisasi pencairan keuangan berada di posisi 82,83 persen.

Dengan tuntasnya pengerjaan ini, Masjid Agung Al-Amal tak sekadar hadir sebagai sarana ibadah yang representatif bagi umat Muslim di Konawe Kepulauan. Bangunan ini digadang-gadang bakal menjadi ikon arsitektur baru sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Bumi Wawonii. Peresmian yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang pun dipastikan menjadi kado manis bagi seluruh masyarakat Konkep.

Sesuai perencanaan, masjid ini mampu menampung sekira dua ribu jamaah. Masjid Al-Amal berdiri di lokasi yang sangat strategis di ibukota Langara. Rumah ibadah ini digadang-gadang menjadi ikon memukau mata yang menjadi sarana wisata religi.


Laporan: Ardi Wijaya 

Editor: Kalpin