KENDARI, KARYANTARA.COM - Betapa beruntungnya mahasiswa yang kuliah di Universitas Halu Oleo (UHO). Kali ini pihaknya kembali mengirim 42 mahasiswa dari berbagai jurusan seperti teknik mesin, sipil, elektro, arsitek dan juga perikanan untuk magang di negeri sakura selama setahun. Menariknya, gelombang ini juga turut diikuti 8 mahasiswa teknik dari Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra). 

Pelepasan 50 mahasiswa yang akan magang secara internship ke Jepang diharapkan makin menjadi generasi unggul secara keilmuan, kebudayaan dan tentu matang secara perekonomian. Giat ini dilepas langsung oleh Prof. La Ode Santiaji Bande yang juga disaksikan Prof. Takdir Saili. Kemudian Dekan Teknik UHO, Prof. Sudarsono. Perwakilan Gubernur, Kadisnaketrans Sultra, LM. Ali Haswandi serta direktur LPK Kizuna Wawonii, Zubair Abdul Rasyid. 

Prof. Santiaji berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik secara pribadi, keluarga dan juga almamater. Kemudian yang terpenting kehadiran mahasiswa ke Jepang tidak terlepas sebagai duta bangsa tercinta Indonesia. 

Dekan Teknik, Prof Sudarsono menjelaskan program  ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa agar lebih berdampak. “Saya masih ingat betul enam tahun lalu program ini digagas dengan penuh tantangan. Bahkan kala itu tidak begitu tinggi minat mahasiswa pergi magang. Tapi belakangan sudah pada berburu ke negeri Sakura. Saya titip pesan kepada anak-anakku mahasiswa agar memanfaatkan momen berharga ini. Sepulangnya nanti diharapkan menjadi penebar kebaikan dengan cara menjadi pengusaha,” jelasnya Kamis, 27/8/2026 di gedung lantai 4 rektorat UHO.

Kadisnaketrans Sultra Ali Haswandi ketika sambutan memuji konsistensi pengurus LPK Kizuna Wawonii yang bertekad kuat membuka peluang kerja. “Kami sangat mengapresiasi kerja-kerja LPK Kizuna Wawonii. Saya juga titip pesan kepada mahasiswa untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa kita dan tentu menghargai adat budaya di Jepang.”

Direktur LPK Kizuna Wawonii, Zubair menjelaskan, keberangkatan 50 mahasiswa ke Jepang sangat berfaedah. Seperti diketahui, budaya kerja di sana sangat disiplin. Olehnya mahasiswa harus lebih bertanggung jawab, lebih disiplin, belajar dengan giat dan tentu menjaga nama baik. 

“Di lembaga pelatihan kami tidak hanya mengajarkan berbahasa Jepang. Kami ajarkan tentang kebudayaan Jepang. Penguatan skill, kedisiplinan dan masih banyak lagi. Olehnya yang kami kirim ini sudah memenuhi syarat bekerja perusahaan daihatsu kogyou di = shiga dan kyouto,

Daihatsu kyushu di oita, Aoki komuten, Logicom, Chuobikou dan Sugihara,” jelasnya. 

Mewakili Gubernur Sultra, H Belli mengapresiasi kerja sama yang dibangun pihak kampus dan LPK Kizuna Wawonii. Pemagangan ini sangat baik bagi pribadi mahasiswa, almamater, keluarga, daerah dan bangsa ini. Selain mendapat ilmu, penghasilan dan tentu mengurangi pengangguran. “Saya titip nama baik Sultra dan bangsa ini di negeri Sakura dan kembalilah dengan matang sehingga kelak jadi mahasiswa berkualitas dan sukses,” katanya. 


Laporan: Kalpin