Menghidupkan kembali klub-klub menembak yang sempat mati suri di Sultra, kepemimpinan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Sulawesi Tenggara resmi beralih ke tangan Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji. Setelah Menyapu bersih dukungan 17 pengurus cabang kabupaten/kota dalam Musyawarah Provinsi di Hotel Claro Kendari, Sabtu (19/9/2026).



Memimpin induk cabang olahraga menembak tersebut, jenderal bintang dua ini memasang target untuk membangkitkan klub-klub menembak yang vakum di daerah demi mencetak atlet berprestasi di kancah nasional. Katanya, kepemimpinan baru ini bersiap menggenjot kualitas pembinaan atlet lokal melalui agenda kompetisi berkala dan revitalisasi klub di daerah.



Proses pemilihan dalam musyawarah daerah tersebut berlangsung tanpa hambatan. Mandat dari 17 Pengcab Perbakin kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Perbakin Sultra, Ashar, kepada Irjen Pol. Himawan Bayu Aji di hadapan seluruh peserta sidang. Momen peralihan tongkat estafet ini turut disaksikan oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra yang hadir mengawal jalannya konsolidasi organisasi tersebut.


Jenderal polisi bintang dua ini menggarisbawahi bahwa Sulawesi Tenggara menyimpan bibit penembak berbakat yang membutuhkan pembinaan terarah serta dukungan lintas sektor. Ia menggarisbawahi bahwa Sultra menyimpan bibit penembak berbakat yang membutuhkan pembinaan terarah serta dukungan lintas sektor.


"Ini amanah buat saya dan akan saya emban dengan penuh tanggung jawab untuk memajukan olahraga menembak di Sultra," kata Himawan dalam sambutannya di Hotel Claro Kendari.


Menurut mantan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tersebut, Sultra memiliki deposit talenta menembak yang menjanjikan. Persoalannya, potensi itu kerap layu sebelum berkembang akibat sistem pembinaan yang berjalan sporadis dan minim sokongan fasilitas. 


Selain membenahi organisasi, penyelenggaraan Kejurda secara berkesinambungan dimasukkan ke dalam program prioritas sebagai wahana seleksi atlet menuju kompetisi nasional. Kelancaran agenda pembinaan ini nantinya didukung lewat penguatan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, serta kalangan dunia usaha guna memastikan ketersediaan sarana dan fasilitas latihan yang memadai.



Keterpilihan nakhoda baru ini menandai babak anyar konsolidasi cabang olahraga menembak di Sulawesi Tenggara. Di tengah dahaga prestasi dan sepinya kompetisi menembak di Bumi Anoa selama beberapa tahun terakhir, komitmen sang jenderal kini dinanti di gelanggang nyata: membuktikan apakah gebrakan Perbakin Sultra mampu melahirkan penembak berkaliber nasional, atau sekadar menjadi panggung seremonial pergantian pucuk pimpinan.


Penulis: Ardi Wijaya

Editor: Kalpin