Dampak kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tenggara kini makin mengkhawatirkan. Jika bara karhutla berhasil menjilat instalasi transmisi tegangan tinggi, pemadaman listrik massal menjadi ancaman nyata.
Tradisi membersihkan ladang dengan cara membakar kini memicu bahaya yang jauh lebih sistemik. Api yang tak terkendali tidak hanya mengancam perkebunan warga, melainkan sudah mulai mengintai tiang-tiang transmisi listrik bertegangan tinggi yang menopang ribuan rumah dan roda ekonomi daerah. Situasi ini memaksa Polda Sulawesi Tenggara dan otoritas kelistrikan daerah meningkatkan kesiapsiagaan penuh guna mencegah potensi kelumpuhan pasokan energi listrik massal di berbagai kabupaten/kota.
Laporan lapangan PLN yang mencatat titik api telah menjangkau kawasan sekitar menara transmisi utama. Kepolisian daerah bersama jajaran manajemen PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kendari dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kendari mulai memetakan jalur-jalur rawan titik api yang melintasi jaringan instalasi vital, menyusul temuan kebakaran lahan yang kian mendekati tiang-tiang transmisi daya.
Sebagian besar bentangan kabel dan menara transmisi di Sulawesi Tenggara menembus kawasan hutan lindung, perkebunan, dan lahan terbuka yang secara historis rawan terbakar saat musim kering tiba. Kondisi geografis ini menempatkan infrastruktur kelistrikan dalam posisi rentan terhadap rambatan api liar yang kerap dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan secara tradisional. Sinyal bahaya inilah yang memicu langkah cepat pertemuan antara Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji bersama jajaran pimpinan teknis PT PLN di Kendari.
Dalam pertemuan koordinasi yang digelar Selasa (1/9/2026), Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji menerima langsung jajaran manajemen PT PLN, meliputi Manager PLN UPT Kendari Muhammad Husen, Manager P2K Sultra Joni AH Sitorus, serta Manager UP3 Kendari Hery Supriyadi.
Polda Sultra menyiagakan satuan taktis untuk mempertebal pengamanan di zona rawan karhutla. Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian menegaskan bahwa personel Satuan Brimob dan Samapta telah dibekali pelatihan khusus penanggulangan karhutla guna memastikan kesiapan taktis pemadaman darurat.
"Langkah-langkah kesiapsiagaan sudah berjalan, mulai dari apel kesiapan personel dan sarana prasarana, hingga pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Patroli terpadu kami fokuskan ke titik-titik yang secara geografis rawan terbakar dan bersinggungan langsung dengan fasilitas vital," jelas Iis Kristian, Rabu (2/9/2026).
Operasi pencegahan ini turut melibatkan sinergi terpadu bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, Basarnas, BMKG, serta brigade Manggala Agni. Selain tindakan preventif dan pemadaman fisik, kepolisian memperingatkan masyarakat di sekitar kawasan hutan dan perkebunan agar menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.

0Komentar