Potret lahan kebakaran Desa Bekenggasu, Kecamatan Andoolo Barat, Kabuppaten Konawe Selatan

Konawe Selatan - Di Desa Puao, kobaran api menjalar hingga nyaris menjilat dinding SDN 03 Angata Selasa sore (13/10/2026). Selang beberapa jam kemudian di Bekenggasu, hamparan semak kembali menyala merah karena kobaran Api. Satu jam perjalanan yang harus ditempuh armada pemadam dari markas komando sempat memperlebar rambatan api, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Konawe Selatan menangani dua insiden kebakaran lahan berskala besar ini dalam rentang waktu beberapa jam. Peristiwa tersebut masing-masing menghanguskan 10 hektare lahan di Desa Puao Kecamatan Angata, dan 6–7 hektare di Desa Bekenggasu Kecamatan Andoolo Barat.

Kepanikan sempat membayangi warga Desa Puao, ketika lidah api pertama kali terdeteksi membakar lahan perkebunan warga sekitar pukul 15.05 WITA. Amukan api kian mengkhawatirkan lantaran titik rambatan terus merangsek mendekati area pemukiman, tepatnya dibelakang bangunan SDN 03 Angata.

Personel dari UPTD Damkar dan Penyelamatan Angata langsung bergerak mengamankan perimeter agar kobaran tidak menjalar lebih jauh. Namun, untuk benar-benar menundukkan amuk api, mereka harus menunggu bantuan armada dari Markas Komando (Mako) Andoolo.

Satu unit fire truck baru berhasil tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA, selang hampir satu jam perjalanan. Akibat bentang jarak tempuh yang membentang puluhan kilometer. Tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan kobaran api setelah sekitar 1 jam kemudian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sekitar 10 hektare lahan warga ludes jadi abu.

Muhyar Basir S.Sos, Kepala Seksi Pemeliharaan dan Perawaatan Sarana,  Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Konawe Selatan 

Muhyar Basir selaku Komandan Regu yang bertugas menjelaskan bahwa yang menjadi prioritas utama  damkar dalam memadamkan kebakaran adalah yang berpotensi masuk ke pemukiman masyarakat. Ia menuturkan bahwa dengan tingginya intensitas kasus kebakaran, pihak Damkar harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.

"Hari ini Alhamdulillah kami berhasil memadamkan api di Desa Poao dan Desa Bekenggasu, beruntung titik kobaran api masih dapat dijangkau oleh armada. meskipun begitu kami tetap menggunakan jet shooter (alat pemadam berupa tas air) untuk memadamkan api di titik-titik yang tidak terjangkau oleh fire truck. Yang menjadi prioritas utama kami adalah kebakaran yang mendekati pemukiman warga, karena dikhawatirkan dapat meenimbulkan bencana yang lebih besar" ujar Kepala Seksi Pemeliharaan dan Perawaatan Sarana Damkar Konawe Selatan itu.


Praktik pembersihan lahan diduga kembali menjadi pemicu kebakaran beruntun yang menghanguskan belasan hektare daratan di Konawe Selatan, Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut, namun minimnya ketersediaan mobil pemadam membuat proses penanganan berjalan penuh tantangan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konawe Selatan, Saifuddin Suhri, yang ikut turun langsung menyusuri lokasi kebakaran di Bekenggasu, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat di tengah musim rawan kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengambil keputusan secara bijak dan tidak sembarangan membersihkan lahan dengan cara membakar, mengingat angka kejadian kebakaran saat ini sedang sangat tinggi," ujar Saifuddin di sela penanganan lapangan.

Saifuddin Suhri, S.Sos., Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Konawe Selatan

Saifuddin juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Konawe Selatan atas respons kedatangan yang terkendala waktu tempuh. Ia membeberkan realitas yang dihadapi institusinya. Saat ini Damkar Konsel hanya memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) untuk mengawasi seluruh daratan kabupaten. Dari dua armada tersebut, satu unit disiagakan di UPTD Damkar Ranomeeto untuk mengantisipasi kawasan perbatasan, menyisakan satu armada utama di Mako untuk merespons kebakaran di kecamatan lainnya.

Hingga Selasa malam, situasi di kedua lokasi kebakaran telah dinyatakan kondusif dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pihak Damkar Konsel memastikan tetap menyiagakan personel di seluruh pos penjagaan selama 24 jam.

Reporter: Ardi Wijaya