KONKEP, KARYANTARA.COM
Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Pemerintah Desa (Pemdes) Wawoea, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan anggaran yang bijak dan tepat sasaran. Di bawah kepemimpinan Muhammad Jabir, pembangunan desa diarahkan untuk memenuhi kebutuhan riil masyarakat.
Kepala Desa Wawoea, Muhammad Jabir, mengungkapkan bahwa memberikan pelayanan terbaik adalah visi utamanya selama menjabat. Memasuki tahun ke-4 masa jabatannya sejak dilantik pada Januari 2022, ia berharap setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan desa.
"Bagi saya, kata 'terbaik' adalah impian setiap pemimpin untuk mencapai kesuksesan. Dengan amanah selama 8 tahun ini, saya ingin di akhir masa jabatan nanti telah memberikan pelayanan maksimal sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat," ujar Jabir.
Realisasi Pembangunan Fisik dan Pemberdayaan
Pada tahun anggaran 2025, Pemdes Wawoea mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk sejumlah item pembangunan fisik dan program ketahanan pangan yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes).
Berikut adalah rincian alokasi anggaran pembangunan di Desa Wawoea:
1. Pembangunan Infrastruktur Fisik
* Rabat Jalan: Panjang 125 meter dengan anggaran sebesar Rp101.144.400.
* Deuker Plat: Pembangunan 1 unit dengan anggaran Rp22.050.000.
2. Program Ketahanan Pangan (Pemberdayaan) Program ini disusun berdasarkan usulan langsung masyarakat guna menunjang produktivitas pertanian:
* Tangki Semprot Elektrik: 2 Unit (Rp1.740.000).
* Chainsaw Mini: 4 Unit (Rp14.000.000).
* Racun Rumput: 700 Liter (Rp95.760.000).
Penyaluran BLT Dana Desa
Selain pembangunan fisik, aspek sosial tetap menjadi prioritas. Pemdes Wawoea telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD Tahun 2025 Tahap 1 dan 2. Bantuan ini diberikan kepada 19 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)dengan total anggaran mencapai Rp68.400.000 untuk satu tahun.
Muhammad Jabir menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan upaya pemerintah desa dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan kesejahteraan sosial.
"Upaya tersebut kami lakukan untuk menyelaraskan pembangunan dan kebutuhan sosial masyarakat. Ini adalah langkah pemerataan pembangunan sekaligus meringankan beban ekonomi demi kelangsungan hidup masyarakat Wawoea," pungkasnya. Adv
Laporan: Lisman








0Komentar