Karyantara.com - Menghantam lubang aspal yang menganga di tengah jalan bukan sekadar menguji kesabaran, tapi juga mempertaruhkan nyawa. Seberapa kesal rasanya saat saat melewati jalan aspal yang berlubang? jika dikumpulkan, keluhan mengenai jalan rusak pasti akan memenuhi kotak aduan di kantor Dinas PU.
Begitulah yang dirasakan oleh Harun Andi dkk, yang merasa kesal dengan lubang-lubang aspal yang hampir mencelakainya saat mengendarai kendaraan.
Bersama sekelompok warga lainnya, ia membentuk skuad relawan penambal jalan yang kini aksinya viral dan menuai simpati luas. Aksi heroik ini mereka sebar luaskan melalui media sosial tiktok bernama @abulangitofficial. Hingga kini, mereka telah menambal aspal berlubang sebanyak 13 titik di kota kendari.
Berbekal aspal dingin dari tanah Buton, 10 orang relawan berjibaku di Jalan Terong, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, untuk menutup jebakan-jebakan maut tersebut.
Aksi ini digerakkan oleh urunan dompet para anggota dan suntikan dukungan dari pengusaha lokal, H. Iksan. Tidak ada baliho politik atau anggaran dinas di balik cangkul dan aspal yang mereka tebar.
Harun Andi, ketua aksi ini menceritakan bahwa aksi ini bersumber dari kegelisahan banyak masyarakat akan banyaknya jalan-jalan yang berlubang.
“Sebenarnya kami sendiri banyak sekali mendapati jalan-jalan yang berlubang, dan ktu sangat mengganggu bahkan berbahaya” (19/4/2026)
Ia juga menambahkan, bahwa tidak sedikit masyarakat yang akhirnya kecelakaan akibat lubang jalan.
Meski mengambil alih beban perbaikan jalan, para relawan ini tidak berniat meniadakan peran negara. Harun dkk justru membuka pintu lebar-lebar bagi pemerintah daerah untuk menatap realitas ini dan ikut turun tangan.
“Kami berharap agar selalu mendapatkan dukungan dari masyarakat, dan dapat berkolaborasi dengan pemerintah. Kami bersedia untuk menyediakan aspal dinginnya, namun tentu pemerintah memiliki peralatan yang memadai dibanding kami” ujarnya penuh harap.
Laporan: Ardi Wijaya
Editor: Kalpin



0Komentar