JAKARTA – Peringatan Hari Kartini biasanya sarat dengan retorika normatif soal emansipasi. Namun, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, rupanya memiliki agenda diplomasi yang jauh lebih taktis. Tampil sejajar dengan tokoh nasional sekaliber Menteri Meutya Hafid hingga selebritas Cinta Laura di layar kaca tvOne, Senin (20/4.2026), Siska menyisipkan promosi gratis pada panggung berskala nasional, forum dialog "Perempuan Hebat" untuk memamerkan kesiapan Kendari sebagai tuan rumah hajatan akbar Asia Pasifik, UCLG ASPAC 2026.

 

Manuver Siska juga merupakan taktik psikologis untuk mengunci dukungan nasional. Dengan tegas, ia memaparkan bahwa hajatan UCLG ASPAC 2026 adalah peluang emas untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Siska membingkai acara di Kendari ini sebagai pertaruhan harga diri bangsa. "Ini bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga Indonesia," cetusnya di forum nasional tersebut. Pernyataan ini secara tersirat seperti "undangan paksa" yang elegan bagi pemerintah pusat dan masyarakat luas untuk turun tangan memberikan dukungan penuh.

Mengakhirinya, Siska menutup panggung dengan pesan khas Hari Kartini. Ia mengajak perempuan Indonesia untuk lebih percaya diri dan berani bermimpi besar. Sebuah ajakan yang sangat relevan dengan apa yang isu besar perempuang indonesia. Lewat satu panggung tvOne, Siska berhasil merengkuh dua hal sekaligus, menginspirasi perempuan Indonesia, sembari mengunci atensi nasional untuk Kendari menjelang UCLG ASPAC 2026.

Laporan: Redaksi