Inovasi seringkali jauh lebih mudah diucapkan ketimbang dijalankan. Tapi, ketika sebuah sistem layanan mulai dilirik dan ingin ditiru oleh daerah tetangga, itu menjadi bukti bahwa sistem tersebut benar-benar bekerja di lapangan. Pemkot Kendari membuktikan hal itu melalui layanan Call Center 112. Jumat (17/4), inovasi ini resmi menjadi bahan studi tiru oleh jajaran Dinas Kominfo Kabupaten Konawe yang membedah langsung sistem tersebut di Balai Kota Kendari.
Di hadapan tamunya, Kepala Dinas Kominfo Kendari, Sahuriyanto Meronda, membedah cara kerja sistem secara terbuka. Ia memperlihatkan bagaimana setiap panggilan warga ke 112 langsung berubah menjadi tiket aduan digital. Tiket ini kemudian diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan dipantau pergerakannya detik demi detik lewat dashboard Command Center.
Menariknya, kecanggihan sistem ini justru terlihat dari kejujurannya memotret kondisi di lapangan. Dari total 256 panggilan masuk, sistem secara transparan mencatat ada 60 aduan yang penyelesaiannya belum optimal akibat ritme respons OPD teknis yang masih harus dipacu. Lewat layar pantau ini, semua laporan terekam, menjadi bahan evaluasi yang akurat bagi kepala daerah untuk mendisiplinkan jajarannya.
Pertemuan ini bermuara pada kesimpulan, bahwa teknologi sehebat apa pun tetap membutuhkan adaptasi dari manusianya. Fakta bahwa masih ada 18 persen warga yang melapor di luar kanal resmi, menjadi catatan penting bagi kedua daerah untuk terus mengedukasi masyarakat.
Kedepan, penguatan SOP dan kedisiplinan OPD menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun, satu hal yang pasti, kunjungan ini tidak pulang dengan tangan kosong. Membawa semangat perbaikan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Konawe menyatakan kesiapannya untuk membawa pulang "ilmu" dari Kendari dan mereplikasi sistem Command Center ini. Sebuah langkah awal yang manis untuk pemerataan kualitas layanan publik di Sulawesi Tenggara.
Penulis: Ardi Wijaya
Editor: Kalpin



0Komentar