Masalah tumpukan limbah kerap menjadi bom waktu di berbagai sudut perkotaan. Mengambil momentum sebagai tuan rumah, Kota Kendari kini mengumpulkan 17 kepala daerah dalam Rapat Kerja APEKSI Komwil VI awal Juni mendatang, guna mendorong isu pengelolaan sampah naik tahta menjadi agenda sentral yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.


Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, yang bertindak selaku Ketua APEKSI Komwil VI, memastikan bahwa pertemuan ini pantang sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul pejabat daerah. Dalam rapat pemantapan daring, Senin (13/4), ia menegaskan bahwa krisis pengelolaan limbah akan menjadi poros utama perumusan kebijakan.


“Tema yang akan kita angkat adalah bagaimana mencermati kondisi penanganan sampah, serta mendorong program pengelolaan sampah perkotaan berbasis partisipasi masyarakat” tegas Siska.


Formulasi gagasan lintas kota inilah yang ditargetkan menjadi senjata pamungkas Komwil VI. Rekomendasi yang lahir di Kendari akan dipertaruhkan dan diuji kembali di level nasional melalui Rakernas APEKSI 2026 di Medan.


Demi menjaga bobot diskusi dan melahirkan kebijakan yang presisi, forum ini dirancang melibatkan perspektif lintas sektor. Pemerintah Kota Kendari tengah memastikan kehadiran narasumber kunci mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, pengurus APEKSI Pusat, hingga kalangan akademisi yang dijadwalkan menghadirkan Rektor Universitas Bosowa serta figur kepala daerah seperti Wali Kota Palu.



Koordinasi intensif terus digenjot oleh kepanitiaan bersama Sekretariat APEKSI Komwil VI guna memastikan protap dan materi substansi tepat sasaran. Manajer Sekretariat APEKSI Komwil VI, Talib Mustafa, menegaskan bahwa mata rantai dari pertemuan ini adalah hasil yang terukur.


"Hasil kesepakatan tersebut nantinya akan menjadi kontribusi bagi program APEKSI secara nasional," sebut Talib.


Kini, publik menanti apakah kolaborasi lintas sektor dan persiapan megah pada Juni mendatang ini benar-benar mampu menghasilkan rekomendasi strategis, atau sekadar tumpukan dokumen baru di tengah kota-kota yang masih berjibaku dengan krisis sampah.


Laporan : Ardi Wijaya

Editor: Kalpin