KARYANTARA.COM — Julukan "Bumi Oheo" nampaknya kian bergeser menjadi "Bumi Doktor". Kabupaten Konawe Utara (Konut) saat ini tengah menyaksikan gelombang transformasi sumber daya manusia yang luar biasa. Setelah sebelumnya Bupati Konawe Utara, Ikbar, sukses meraih gelar akademis tertinggi Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Halu Oleo (UHO), kini giliran jajaran birokratnya yang menyusul capaian gemilang tersebut.

Senin pagi (13/7/2026), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Konut, Dedeng Desriadi Amiruddin, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen di kampus yang sama. Momentum ini bukan yang terakhir hari ini; sebab pada sore harinya, seorang staf dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut juga dijadwalkan menjalani ujian terbuka untuk meraih gelar doktor di jurusan yang sama.

Rentetan capaian ini memperpanjang daftar panjang kaum akademisi di jajaran pemerintahan Konut. Pekan lalu, Kepala Dinas Pendidikan Konut, Asmadin, lebih dulu mengamankan gelar doktornya di UHO. Jika dirunut ke atas, benang merah komitmen pendidikan ini berakar kuat dari pucuk pimpinan: Bupati Konut dua periode, Ruksamin, serta Sekretaris Daerah (Sekda) aktif, Safruddin, yang keduanya juga merupakan seorang doktor.

Kadis Pendidikan Konut, Dr. Asmadin, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada sekitar belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Konawe Utara yang telah menyandang gelar pendidikan Doktor.

"Ini semua berkat dorongan Pak Bupati Ruksamin. Saya sendiri menguatkan tekad lanjut kuliah karena dorongan Pak Ruksamin, begitupun dengan Kadis lainnya maupun staf. Ini semua tentu bentuk komitmen menjadikan daerah tercinta agar lebih maju," terang Asmadin saat diwawancarai.

Keberhasilan Dedeng Desriadi Amiruddin meraih gelar doktor terbilang sangat impresif. Ia menuntaskan studi program doktornya dalam waktu relatif singkat, yakni dua tahun sebelas bulan, dan lulus dengan predikat Cumlaude ber-IPK hampir sempurna, 3,94.

Dalam sidang terbuka yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. La Ode Safuan, M.P. tersebut, Dr. Ir. Dedeng Desriadi Amiruddin, ST., MM., IPM., ASEAN Eng., mempertahankan disertasinya yang menyoroti fondasi mendasar tata kelola pemerintahan hilir. Penelitiannya berjudul “Peran Employee Well-Being dan Public Service Motivation Sebagai Mediasi Pada Pengaruh Workplace Spirituality Terhadap Job Performance Aparat Desa di Konawe Utara”.

Di hadapan para dewan penguji, Dedeng memaparkan temuan mendalam mengenai performa pelayan publik di tingkat akar rumput. Ia menjelaskan bahwa ketika seorang aparat desa merasakan Spiritualitas Kerja (Workplace Spirituality) yang tinggi—artinya mereka merasa pekerjaannya bermakna dan didukung oleh lingkungan kerja yang harmonis—hal tersebut secara linear akan meningkatkan Kesejahteraan Mental mereka (Employee Well-Being).

Kondisi psikologis yang sehat ini kemudian mendongkrak Motivasi Mengabdi (Public Service Motivation) mereka kepada masyarakat. Kombinasi rasa bahagia dan motivasi pengabdian yang kuat inilah yang pada akhirnya memicu peningkatan Kinerja (Job Performance) aparat desa secara drastis sebagai pelayan masyarakat.

Melalui riset ini, Dedeng berhasil membuktikan sebuah antitesis baru dalam manajemen publik: untuk menaikkan performa dan kinerja aparat desa, jalurnya tidak melulu harus lewat penerapan aturan yang kaku atau gelontoran fasilitas fisik semata. Pendekatan yang jauh lebih organik dan humanis—yakni dengan menyentuh sisi spiritualitas kerja serta kondisi psikologis para aparatur—justru menjadi kunci utama.

Ujian terbuka yang berlangsung khidmat sekaligus sarat kebahagiaan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Konut, mulai dari rekan sejawat sesama Kepala Dinas hingga staf pemda yang datang memberikan dukungan moril.

Suasana hangat juga terpancar dengan kehadiran para alumni yang tergabung dalam Letting SMA Negeri 1 Kendari angkatan tahun 2001, yang sengaja datang untuk menyaksikan momen bersejarah sahabat mereka.

Kebahagiaan Dr. Dedeng kian lengkap dan sempurna dengan hadirnya sang istri tercinta, Ir. Ery Astuti Husainy, ST., MM., yang terus mendampingi sepanjang perjalanan akademisnya hingga meraih puncak gelar tertingginya.


Laporan: Ardi

Editor: Kalpin