KENDARI - Wisuda dan Lepas Juang penerima beasiswa Etos ID Kendari Angkatan 2022, berlangsung pada Sabtu (13 Juli 2026) di Aula Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Mengusung tema menarik, "From Struggle to Legacy". Sebab ini menjadi puncak perjalanan pembinaan selama empat tahun bagi para awardee Etos ID, sekaligus momentum pelepasan mereka untuk mengabdi dan berkarya di tengah masyarakat.

Acara dihadiri oleh Perwakilan Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Halu Oleo sekaligus Dosen FMIPA UHO Ferdinand Hamundu, Pimpinan Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara Hasmin Roy, Tim Etos ID Pusat Rista Damayanti Anggraini, serta Fasilitator Etos ID Kendari Mardani Syarif. Hadir pula para orang tua dan wali awardee, alumni Etos ID, serta berbagai lembaga dan mitra yang selama ini berkolaborasi dalam mendukung pembinaan generasi muda di Sulawesi Tenggara.

Seluruh tamu undangan menyampaikan apresiasi atas konsistensi Etos ID Kendari dalam mendampingi mahasiswa. Tidak hanya pemberian beasiswa, tetapi juga melalui pembinaan karakter, kepemimpinan, penguatan spiritual, pengembangan kompetensi, serta pengabdian kepada masyarakat. Mereka berharap sinergi antara perguruan tinggi, Dompet Dhuafa, dunia usaha, dan berbagai mitra dapat terus diperkuat untuk melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Perjuangan yang Menempa, Warisan yang Menginspirasi

Tidak ada keberhasilan yang lahir tanpa perjuangan. Setiap langkah yang ditempuh para awardee Etos ID selama empat tahun terakhir dipenuhi dengan tantangan akademik, keterbatasan ekonomi, dinamika kehidupan organisasi, hingga proses pendewasaan diri. Namun dari setiap ujian itulah lahir pribadi-pribadi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Tema "From Struggle to Legacy" mengajak seluruh awardee untuk memaknai bahwa perjalanan mereka tidak berhenti pada hari wisuda. Gelar sarjana dan berakhirnya masa pembinaan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Perjuangan yang telah dilalui harus menjadi fondasi untuk membangun warisan kebaikan yang terus dirasakan manfaatnya oleh keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Perwakilan Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Halu Oleo yang juga Dosen FMIPA UHO, Ferdinand Hamundu, menyampaikan bahwa lulusan ini tidak boleh hanya terkenal karena kompetensi akademiknya, tetapi juga karena integritas dan kontribusinya.

"Keberhasilan sejati bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar nilai yang mampu diberikan kepada lingkungan. Kami berharap alumni Etos ID menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat," katanya.

Pimpinan Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara, Hasmin Roy, mengingatkan bahwa investasi terbesar dalam program Etos ID adalah membangun manusia yang mampu menghadirkan perubahan.

"Perjalanan selama empat tahun telah membentuk karakter dan kepemimpinan para awardee. Kini saatnya kembali ke tengah masyarakat dengan membawa ilmu, akhlak, dan semangat melayani. Jadikan setiap profesi yang dijalani sebagai ruang untuk menebarkan manfaat, karena warisan terbaik adalah jejak kebaikan yang terus hidup setelah kita melangkah," pesannya Hasmin.

Sementara itu, Tim Etos ID Pusat, Rista Damayanti Anggraini, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari proses pembinaan di Kendari.

"Keberhasilan hari ini merupakan hasil dari kolaborasi yang luar biasa. Kami berharap alumni Etos ID tidak pernah berhenti belajar, tetap terhubung sebagai keluarga besar Etos ID, serta terus menghadirkan dampak positif di mana pun mereka berada. Legacy bukan dibangun dalam satu hari, tetapi melalui konsistensi dalam berkarya dan melayani," ucapnya.

Bagi Fasilitator Etos ID Kendari, Mardani Syarif, tema ini menjadi pengingat bahwa setiap proses pembinaan memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan lulusan.

"Kami tidak hanya mendampingi mahasiswa agar lulus kuliah, tetapi berharap mereka tumbuh menjadi pemimpin yang berakhlak, berani mengambil tanggung jawab, dan mampu menginspirasi orang lain. Perjuangan selama ini akan menemukan maknanya ketika setiap alumni memilih untuk terus memberi manfaat, di mana pun Allah menempatkan mereka," jelasnya.

Suasana haru juga terasa ketika perwakilan orang tua, Ibu Sinahari, menyampaikan pesan mewakili seluruh keluarga awardee.

"Sebagai orang tua, kami menyaksikan perubahan anak-anak kami menjadi pribadi yang lebih dewasa, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Kami bersyukur atas pendampingan yang diberikan Etos ID selama ini. Harapan kami sederhana, semoga mereka senantiasa menjaga akhlak, rendah hati dalam setiap keberhasilan, serta tidak pernah melupakan nilai-nilai yang telah mereka pelajari selama masa pembinaan," katanya.

Radiatul Adewia yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Etos ID Kendari Angkatan 2022, menyampaikan bahwa setiap proses yang dijalani selama empat tahun menjadi bekal berharga dalam menghadapi kehidupan setelah kampus.

"Kami belajar bahwa perjuangan bukan untuk mencari pengakuan, tetapi untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat. Etos ID telah mengajarkan kami arti tanggung jawab, kepemimpinan, persaudaraan, dan kepedulian. Kami berkomitmen untuk membawa nilai-nilai tersebut dalam setiap langkah kehidupan, sehingga apa yang kami lakukan hari ini dapat menjadi warisan kebaikan bagi generasi berikutnya," ucapnya.

Melalui semangat "From Struggle to Legacy", Wisuda dan Lepas Juang Etos ID Kendari Angkatan 2022 menjadi penanda lahirnya enam alumni yang siap melanjutkan estafet perjuangan. Mereka tidak hanya membawa ijazah sebagai simbol keberhasilan akademik, tetapi juga membawa nilai, karakter, dan komitmen untuk terus berkarya, menginspirasi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Itulah warisan sejati yang ingin dibangun Etos ID: melahirkan generasi yang menjadikan setiap perjuangan sebagai awal dari pengabdian yang berdampak lintas generasi.